Selasa, 17 Maret 2009

Cinta dan Kasih Sayang

Hai kawula muda, jangan terbuai dengan angan-angan cinta. Cinta itu buta. Love is blind. Menjalin hubungan dengan pacar jangan berdasarkan cinta. Cinta itu sama dengan nafsu. Setiap jalinan yang didasarkan cinta, hanyalah jalinan nafsu belaka. Semua akan mementingkan dirinya sendiri. Semua akan berusaha membahagiakan dirinya sendiri. Orang yang dicintai, hanya akan menjadi alat atau budak untuk menyenangkan orang yang mencintai. Orang yang mencintai akan banyak menuntut pasangannya agar membuktikan cintanya. itu adalah perbudakan.

Sebuah rumah tangga yang didasari oleh CINTA biasanya akan saling menuntut untuk dilayani. Baik segi materiil maupun segi yang lain, termasuk pelayanan. Kalau pasangannya tidak memberikan pelayanan yang baik, baik materi atau sikap atau apalah namanya, maka dengan mudah pasangannya akan mencap seseorang tidak lagi cinta. itu fakta. Kalau sudah demikian maka yang ada adalah saling menuntut. Saling menyuruh untuk membuktikan cintanya. Kalau demikian apa dong bedanya rumah tangga dengan pengadilan...????

Sebuah jalinan, sebaiknya didasari dengan kasih sayang. Memberi = kasih dan memberi sayang. Di sini tidak ada lagi saling menuntut. Yang ada malah sebaliknya, saling memberi. Memberi perhatian, memberi pelayanan, memberikan pengertian.

Kalau seseorang menyayangi, maka yang terpikirkan adalah bagaimana bisa membahagiakan pasangannya. Tanpa menuntut yang sebaliknya. Apa yang terbaik buat orang yang disayangi, maka dia rela melakukannya walaupun harus mengorbankan kepentingannya sendiri.

Ingat, menyayangi adalah memberi bukan meminta. Perhatikan bedanya dengan mencintai.!

Orang tua, tidak mencintai anaknya tetapi menyayangi. Dia rela berkorban apa saja asalkan anaknya bisa hidup bahagia. Dia rela memberikan anaknya untuk diminta orang lain (baca: dinikahi) asalkan anaknya bisa bahagia. Ia rela.

Kalau misalkan ada seorang pacar yang mati-matian mempertahankan kekasihnya agar tidak dinikahi orang lain, walaupun orang yang akan menikahinya tersebut lebih segalanya dari dirinya dan juga dirasa lebih bahagia dengan orang lain tersebut, maka sebenarnya yang ada di dadanya adalah perasaan cinta, bukan perasaan sayang. Kalau sayang, maka ia akan merelakan kekasihnya tersebut menikah dengan orang lain yang dianggapnya lebih bisa membahagiakan pasangannya.

Kasih itu memberi, sayang itu melayani. Bukan minta dilayani. Kalau cinta yang ada di dalam dada seorang kekasih, maka yang terpikir adalah bagaimana agar orang yang dicintai tersebut bisa didapatkannya. Tidak peduli kekasihnya tersebut mau apa tidak. Rela ATAU TIDAK. Maka kemudian ada istilah, cinta ditolak dukun bertindak.

Orang yang dicintai sama dengan orang yang dipaksa untuk melayani. Orang yang akan diperbudak untuk melayani keinginannya.

Maka, hai kawula muda, periksalah pasanganmu. Apakah ia menyayangimu atau ia mencintaimu ? Setelah tahu, maka konsekwensi itu yang akan kau dapatkan dalam rumah tanggamu.

Ada jalan tengah di antara itu. Ikatlah sebuah jalinan itu dengan dasar keTuhanan.

Kalau yang digunakan dasar membina sebuah jalinan adalah Tuhan, itu akan lebih indah lagi. Pada dasarnya manusia tidak bisa membuat rasa senang atau tidak senang pada dirinya sendiri. Yang bisa membuat senang dan tidak senang adalah Tuhan.

Sebagai contoh, seringkali kita melihat ada orang yang lebih tampan atau yang lebih cantik atau yang lebih segalanya tetapi tidak tumbuh rasa senang dalam diri kita. Tapi kenapa dengan orang yang lebih jelek secara fisik dan lebih 'rendah' ekonominya dari orang yang sudah kita kenal kita bisa tumbuh rasa"senang"...??
Makanya seringkali kita jumpai di masyarakat, ada wanita cantik yang suaminya jelek. Ada laki-laki yang tampan tetapi istrinya jelek. Itu bukti bahwa kita memang tidak bisa membuat rasa. Rasa itu datang tiba-tiba.
Kalau rasa itu datang lewat pikir, itu namanya rekayasa. Bukan ketulusan tetapi matematika, bisnis, logika, barter, dll.
Sebuah ikatan kasih sayang di dalam menyusun mahligai rumah tangga, harus tumbuh dari dalam, dari nurani, dari cahaya yang ada di dalam sana. Jangan karena takut dikatai tetangga, saudara, keluarga dll. Jangan takut kalau pasangan kita 'jelek' di mata mereka. Jangan takut..!!
Apa pun kata mereka kalau di dalam sana ada perasaan kasih sayang dan tumbuh dari kedua belah pihak dengan tulus dan konsekwen, mengapa tidak...???
Kalau yang kita cari kesenangan, maka kesenagangan itu datang dan perginya bersama apa yang kita senangi. Kalau kita senang uang, maka kalau uang pergi ganti sedih yang datang. Kalau yang kita senangi kecantikan dan atau ketampanan, maka kalau kecantikan dan ketampanan pergi, sedih juga yang kita dapatkan. Kesenangan datang dan perginya selalu beriringan dengan apa yang kita senangi. Kesenangan selalu ada masanya..
Kalau ingin mencari ketentraman yang langgeng, yang tidak akan pernah hilang di dunia dan di akhirat, ya hanya menjadikan Allah sebagai kekasih, sebagai tempat bercurah terhadap segala sesuatu. Termasuk di sini dalam menentukan pasangan hidup.
Jangan menentukan pasangan hidup karena kesenangan lahiriah semata. Maka orang itu sebenarnya telah tertipu.
Kecantikan, ketampanan ada masanya. Kesehatan ada masanya. Kekayaan juga ada masanya. Jabatan pun ada masanya. Jadi apa yang langgeng bersanding dengan kita..???
Hanya Allah. Allahu Akbar....
Kalau kita memilih pasangan karena Allah, maka tidak lagi jadi dasar itu yang namanya kecantikan, ketampanan, kesehatan, kekayaan, atau pun jabatan. Yang dicari hanya Ridha Allah semata.
Kalau jadi suami, ya menempatkan diri sebagai suami menurut aturan Allah. Kalau jadi istri, ya menjadi istri sebagaimana aturan Allah. Pertimbangannya hanya 2 (dua). Allah Ridha ya jalan, Allah tidak ridha, ya stop.
Lho terus alat ukurnya apa..?
Pertama nurani dan yang kedua aturan syariat.
Wallahu A'lam.....

4 komentar:

  1. Assalamu'alaikum wrwb..

    Bu..bolehlah..saiki terjangkau internet
    kemajuan pesat hahaha..

    gimana kabar kelg, gmn kabar nawang ?

    Gitu duyu yah..

    sambung next time bye..

    Wass
    Pak De

    BalasHapus
  2. dunya sepi kalo gak pake cinta buk..

    tapi kadang-kadang nyakitin juga sii..

    BalasHapus
  3. Yeac gmana dong. Memang itulah hakikat sayang dan cinta yang pernah aku alami. Dan dengan sayang, kehidupan dunia menjadi asyiiik banget. Coba dech..!! Godblessyou

    BalasHapus